eberita.id – Gareth Bale, legenda sepak bola Wales, kini menghadapi babak baru setelah meninggalkan lapangan pada Piala Dunia terakhir di Qatar. Momen itu menandai akhir karier profesionalnya di tengah pencapaian luar biasa, termasuk menjadi bagian dari penampilan pertama negaranya di ajang Piala Dunia setelah 64 tahun. Meskipun Wales tersingkir di fase grup, Bale merasa bahwa ambisi terbesarnya telah terpenuhi.
Meski tidak dikenal suka mencari perhatian publik, Bale kini memutuskan untuk terjun dalam investasi klub sepak bola di Amerika Serikat. Ia bergabung dengan sebuah perusahaan investasi yang dipimpin oleh John Shulman, yang berfokus pada pengembangan sport business lema keuangan mencapai £500 juta. Saat ini, perusahaan tersebut mengincar klub-klub di Inggris dan Eropa, memberikan Bale kesempatan untuk melanjutkan ambisinya di luar lapangan.
Dalam pernyataannya, Bale mengungkapkan ketertarikan pada dunia bisnis pasca-sepak bola, dan menegaskan bahwa ia tetap ingin mencoba berbagai hal sebelum menemukan jalan yang tepat. Ia menyebut, “Saya selalu penasaran tentang hal-hal baru. Ini sangat mengexcite saya dan menjadi tantangan terbaru.”
Rencana investasi ini tidak hanya akan berfokus pada sepak bola pria, tetapi juga mencakup olahraga profesional wanita di AS. Shulman menginginkan kolaborasi Bale untuk membawa perspektif yang unik dalam pengembangan klub. Bale sendiri telah melakukan riset tentang kemungkinan klub yang ingin dibeli, termasuk Cardiff City, namun menekankan pentingnya memilih opsi yang tepat dalam berinvestasi.
Dengan tekad dan pengalaman yang dimiliki, Bale menunjukkan bahwa masa depan dalam dunia olahraga belum berakhir, melainkan baru dimulai. Ini adalah perjalanan baru yang akan menentukan langkahnya di luar karier bermain.